Tugas kelompok 3
ketua ;Erwin Effendi
ketua ;Erwin Effendi
seketaris ;Maulana
anggota ;tri suhendra
tanrio ones T.S
Soal
A 
PT.X ; setiap tahun rata-rata membutuhkan 50.000 unit bahan
baku “z” dengan harga Rp 6.000 per unit , biaya
penyediaan/pemesanan Rp 56.250 dan biaya penyimpanan 18% per tahun.
Hitung lah :
1.
Jumlah persediaan ekonomis (q)
2.
Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
Jawaban soal A :
1.
Jumlah persediaan ekonomis (q)
q=

R=
50.000
S
= Rp 56.250
I
= 18% : 12 = 1,5%
C=
Rp 6.000
q= 
q= 
q= 
q= 7.905.6942
q= 7906 unit
2.
Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
TC = RC + (q/2)CI + (R/q)S
= 50.000(Rp
6.000)+(7906/2)(90)+(50.000/7906)(Rp 56.250)
= 300.000.000 +
355.770 + 355.742.4741
= Rp
300.711.512,5
= Rp 300.711.513
Kesimpulan :
1.
Pesanan yang mempunyai resiko terendah(ekonomis
apabila tiap kali memesan sebanyak 7906 unit, sehingga dalam satu tahun cukup
melakukan pemesanan 4 kali per 3 bulan sekali)
2.
Jumlah persediaan yang dibutuhkan untuk
diproduksi selama 1 tahun 50.000 unit dengan biaya minimal Rp 300.711.513.
SOAL B
PT.ABC di Jakarta; mempunyai kemampuan kapasitas produksi
normal 50.000 unit per tahun, dengan jumlah FC tahun 2007 Rp 300.000.000 VC Rp
25.000 per unit dengan harga jual Rp 50.000 per unit, maka hitunglah :
a.
Harga pokok produksi per unit terendah?
b.
Tingkat efesiensi produksi (E) ?
c.
Laba kotor pada tingkat resiko terendah?
Jawaban :
a.
Harga pokok produksi terendah per tahun (C/u)
terendah akan dicapai pada tingkat produksi penuh (50.000 unit)
TVC = 50.000
Rp 25.000 =
Rp 1.250.000.000
TFC
=
Rp 300.000.000 +
TC
=
Rp 1.550.000.000
Maka
biaya produksi per unit = Rp
1.550.000.000 / 50.000 = Rp 31.000
b.
Efesiensi
E = (Output actual (satu tahun)) /
kapasitas efektif
= 18.000 / 50.000 = 0,36 atau
36%
c.
Laba
kotor dengan tingkat resiko terendah diperoleh sesuai dengan kemampuan menjual
(18.000 unit/ tahun) adalah :
Gross
profit = Q (P-VC) – TFC
= 18.000 (Rp
50.000 –Rp 25.000) – Rp 300.000.000
= Rp 150.000.000
Apabila
perusahaan mampu meningkatkan kuanitas produksi/penjualan dari 18.000 unit
menjadi 20.000 unit, maka laba kotor akan meningkat menjadi :
Profit
= Q (P-VC)-TFC
= 20.000(Rp 50.000-Rp 25.000) –
Rp 300.000.000
= Rp 200.000.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar